Dua Korban Predator Anak Kasusnya Tanpa Kejelasan, Sang Ibu Menuntut Keadilan

28

Sang ibu melaporkan bahwa Putrinya Zi (2 tahun) mengalami pencabulan oleh TY (35) tetangganya

Cilacap – suaraaksirakyat.com

Kasus Predator Anak di Kawungeten, Cilacap menimpa dua anak perempuan di bawah umur yang dilaporkan ibunya kepada Kadus (G) yang saat ini menjabat di wilayah korban, namun Sangat ibu merasa tak mendapat keadilan. (15/5/2024)

Awal tragedi terjadi pada 2019 silam. Sang ibu melaporkan bahwa Putrinya Zi (2 tahun) mengalami pencabulan oleh TY (35) tetangganya yang masih kerabat Kadus. Kasus disidangkan di Kantor Balai Desa namun TY (35) hanya dikenakan wajib lapor dan meminta maaf. TW (45) Sang ibu tak terima hasil sidang. Karena kasus semakin kabur tanpa kejelasan, Sang ibu melaporkan ke polsek hingga polres namun tak membuahkan hasil.

Zo dan Zi (korban)

Saat anaknya Zi sudah dilupakan kasusnya, hal serupa terulang pada 2 tahun berikutnya, kali ini tetangganya yang lain pelakunya. Zo yang saat itu berusia 2 tahun adalah adik Zi (saat itu 4 tahun) yang pada peristiwa itu mulai besar. Zi menyaksikan adiknya Zo (saat itu 2 tahun) di cabuli AH (15) tetangganya. Beberapa saksi disebutkan dan dipaparkan oleh Sang Ibu kepada reporter TV dan awak media. Berdasarkan cerita yang penuh perjuangan tak berujung, Sang Ibu memohon keadilan bagi kedua putrinya yang sudah di rusak masa depannya. Dokter yang memeriksakan kedua bocah tersebut pun prihatin dan mengatakan ada memar benda tumpul di area vital Sang bocah. Selain itu kemaluannya bernanah sehingga dokter menyarankan Sang ibu membawa anaknya ke dokter spesialis organ genital.

Ibu korban mendatangi PPA pusat di Jakarta hingga PPA kabupaten dan provinsi

Mirisnya kejadian terulang pada Selasa, 26 April 2024 lalu. Zi yang kini berusia 7 tahun justru mengalami lagi dan pelakunya adalah orang terdekatnya. Kasus itu pun dilaporkan Sang ibu. Karena kasus yang dilaporkannya hingga kini tak membawa hasil Sang Ibu pun mendatangi PPA pusat di Jakarta hingga PPA kabupaten dan provinsi mendatangi rumahnya dan TW saat itu mengadukan suaminya kepada mereka. Kemudian pada Sabtu, 30 April 2024 TW mendatangi Kapolres Cilacap. Saat Kapolres keluar, TW Sang ibu mengejarnya dan berusaha meraih tangan Kapolres, sambil memegangi tangan Kapolres Ia mengadukan perihal keadilan yang tak kunjung tiba bagi kedua putri kecilnya serta ancaman para predator anak tersebut. Saat ini kedua bocah tersebut sudah berusia 7 dan 5 tahun. Kepada team media TV dan media online, serta LSM, Sang ibu mengatakan rela apapun dilakukan demi anak-anaknya. Terakhir dengan rasa getir Sang ibu melaporkan saat ia di bawa PPA dan polisi untuk di periksa, saat itu jendela rumahnya di congkel dan kamarnya di acak-acak. Pulang dari RSUD Banyumas karena di kira gila, TW melihat warga desa, aparat desa dan polisi disana. TW (45) terancam karena mereka lancang memasuki kamar dan mengacak-acaknya. Salah satu reporter TV bersama rekan media di lokasi kejadian melaporkan.

 

Pewarta : DG