suaraaksirakyat – Depok, Senin, 02 Oktober 2023.

Kemarin, berlokasi di Lapangan Tembak Gegana Mako Brimob Kelapa Dua-Depok, Minggu (01/10), pukul 08:00 WIB hingga selesainya, acara perhelatan turnamen menembak yang bertajuk “Magnum Open Shooting Tournament II – 2023” telah terlaksana dengan baik, berjalan lancar dan aman. Temmy DH penyelenggara acara dari Magnum Shooting Club, yang juga ketua bidang berburu Perbakin DKI Jakarta menyatakan bahwa acara yang dilaksanakan kemarin berjalan sesuai yang diharapkan dan sukses. Erwin DH selaku pengemban tugas di kepanitiaan acara sebagai penanggung jawab kesuksesan berjalannya acara juga mengatakan bahwa semua yang dikhawatirkan tidak ada. Seluruh antisipasi yang kami lakukan telah diterapkan sedemikian rupa hingga acara ini berakhir dan dapat dikatakan terselenggara dengan sukses. Sementara di tempat terpisah Christiaan K.Tenggono yang juga turut menjadi salah satu dari pihak panitia untuk melakukan penyerahan hadiah bagi pemenang pertandingan di open class, ketua panitia pelaksana acara berkata, “Semua ini terlaksana dengan memuaskan. Saya lega acara yang berjalan berakhir sukses!, ucap Christiaan.
Pemenang diumumkan di akhir acara pada hari itu juga. Peserta yang menanti pengumuman sudah menunggu siapa pemenangnya. Suasana yang mulai reda dari keramaian acara, pecah saat pengumuman di sampaikan.
Dari seluruh peserta yang masih terlihat di lokasi pertandingan, tampak suasana bahagia menyeruak saat pengumuman pemenang disebutkan satu-persatu dan mereka menjadi salah satu pemenang dari pertandingan hari itu. Beberapa bersorak dan bertepuk tangan sambil menyerukan ucapan apresiasi terhadap para pemenang. Hingga piala dan hadiah serta piagam dibagikan, semuanya tersulut kebahagiaan dan kegembiraan. Pada saat pemenang standard class disebutkan satu persatu, Brigjen.Pol.Reza Arief Dewanto, S.I.K. perwira tinggi Polri Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri. memberikan ucapan selamat sebagai tanda turut bersukacita atas kemenangan mereka yang dilakukan saat penyerahan hadiah kepada para pemenang pertandingan.
Satu peserta yang memenangkan pertandingan dan duduk di peringkat pertama pada pertandingan standard class masih berusia muda. Seluruh peserta tidak semua mengetahui siapa pemenang belia di antara penembak senior yang bertanding.
“Saya senang sekali, walau sebelumnya takut. Bukan apa-apa, tetapi saya dan beberapa rekan yang muda merasa kalah pengalaman dan belum terlalu mampu untuk ditandingkan. Sempat sebelum acara di mulai saya berdialog dan bertanya pada senior yang kebanyakan rekan-rekan orang tua saya. Sambil bertanya dan mencurahkan isi hati saya untuk bagaimana menghadapi pertandingan ini bila giliran saya di panggil nanti, saya berpikir keras, membayangkan harus apa dan bagaimana saat giliran saya harus bertanding. Masih belum terlalu siap juga walau tetap saya akan lakukan yang semaksimal mungkin. Ayah saya memberi masukan kepada saya. Beliau mengatakan yang penting tenang dan santai namun dalam posisi siap. Dengan bekal pengetahuan menembak dari selama ini saya berlatih, saya mantapkan hati. Berjuang! Itu saja yang saya kuatkan di hati sambil memfokuskan diri mempersiapkan saat giliran saya tiba.” ujar Ken.
Kenricco Hartanto yang biasa di sapa Ken, 16 tahun, siswa kelas XI sekolah SMA Don Bosco 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menjadi sorotan awak media di lapangan. Dari beberapa peserta muda yang salah satunya Soraya siswa kelas X SMA Angkasa 1 Halim PK yang bernaung di Bima Sakti FC, menjadi pesaingnya dalam pertandingan. Selain mereka berdua para pesaing yang telah senior menjadi lawan bertanding yang menjadi momen uji kemampuan terberat bagi mereka berdua. Di meja pendaftaran tampak hadir
Mayjen TNI Mar (Purn) Chaidier Patonnory yang begitu antusias berada di lokasi pertandingan untuk ikut meramaikan pertandingan kemarin bersama dua peserta lain Erwin, serta Lie Alexander.W yang sibuk mempersiapkan senjatanya di atas meja. Mengamati seluruh keseruan acara juga hadir tamu undangan acara Komjen. Pol. (purn.) Drs. Setyo Wasisto, S.H mantan ketua Pengprov Perbakin DKI Jakarta menyaksikan acara yang berlangsung. Sementara itu, dari beberapa peserta dan keluarganya yang sempat di ajak berdialog oleh awak media, mereka semua menyatakan sangat bersemangat dan ingin acara itu diadakan kembali dalam event-event ke depan. “Saya senang sekali di ajak suami saya ke sini. Adakan lagi dong, acara seperti ini di waktu-waktu berikutnya.” ujar salah satu yang hadir menemani suami tetapi tidak ingin menyebutkan namanya.

Perhelatan berlangsung. Lebih dari 130 peserta dari kedua kelas yang dipertandingkan sibuk menyiapkan diri. Hingga akhir acara diumumkan nama pemenang pertandingan, buncah sorak-sorai dan tepuk tangan menyambut para pemenang. Salah satu pemenang berusia muda dan merebut posisi teratas dalam standard class, yaitu kelas dimana senjata yang digunakan tidak dimodifikasi melainkan senjata asli pabrikan yang hanya boleh ditambahkan teleskop untuk ketepatan posisi sasaran, Kenricco Hartanto. Pemenang juara pertama standard class, yang mulanya ada rasa takut entah mungkin karena deg-degan mengetahui lawan tandingnya selain Soraya yang seusianya adalah para senior yang jago dan lihai menembak, atau karena semangatnya mengikuti pertandingan. Di tengah rasa gembiranya saat menerima ucapan selamat dari Brigjen. Reza Arief, senyum Ken mengembang dan tampak tidak menyangka dia menjadi pemenangnya di kelas itu.
Awak media menyapa dan memberi selamat sambil melontarkan beberapa pertanyaan. Sementara Ken mendapat ucapan selamat termasuk dari Mayjen TNI Mar (Purn) Chaidier Patonnory yang memberi semangat serta memberikan komentar yang positip atas hadirnya peserta usia muda yang menjuarai kelasnya di standard class, melawan para senior yang harus dihadapinya.
“Ken, bagaimana rasanya kamu menang mengalahkan para senior yang bertanding?,” tanya media di sela keriuhan suasana euforia kemenangan yang membuatnya dielukan karena dapat menyisihkan para peserta senior. Sambil tersenyum ia menjawab, “Waduh…, tidak menyangka ya… padahal tadi sudah pasrah. Ya sudah daftar mau bagaimana, ya sudah lah, tanding. Saya tidak menyangka menang. Saya juga tidak pikirkan akan menang,” ujar Ken seraya menyalami mereka yang memberi ucapan selamat kepadanya.
Dialog secara pribadi kepada awak media, Ken bercerita, sejak usia muda sekitar kelas tiga SD ia sudah mengikuti jejak ayahnya berlatih menembak dan berburu. Apa yang mulanya bukanlah hal yang menarik baginya, justeru sekarang menjadi hobby yang sangat disukainya. Dia begitu mencintai olah raga berburu dan menembak tanpa bertujuan kedepannya akan menjadi seorang penembak profesional. Untuk kedua kalinya ia memenangkan event menembak, di mana saat itu ia masih memiliki sedikit pengetahuan tentang olah raga ini. Namun dorongan ayahnya membuat akhirnya ia menyadari, setelah ia mencintai hobby-nya ini, mengapa tidak, ia meningkatkan prestasinya dan membuat kedepannya menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa ini. Sosok Ken yang kalem dan tidak menunjukan bahwa ia memiliki kemampuan dan potensi terpendam terlebih pada bidang yang tak pernah ia pikir akan menjadi hobby-nya ini, membuat harum nama tempat ia berlatih menembak, juga sekolahnya yang mulanya tidak menyadari bahwa di sekolah dimana ia menuntut ilmu, terdapat murid yang telah mencetak prestasi yang mengagumkan.
“Cita-cita saya menjadi arsitek,” kata Ken. Tampaknya cita-citanya pun tidak menunjukan background ia adalah seorang penembak berburu yang berprestasi. Dan awak media mempertanyakan bagaimana cita-citanya akan diwujudkan sembari merangkai prestasi di hobby yang sangat dicintainya. Ken hanya merespon dengan senyum dan menunduk dan melemparkan pandangannya ke atas.
Awak media pun berujar, “Oh, bisa saja Ken, kamu bisa lho menjadi arsitek senjata!”, sebuah ide terlontar dari awak media.
“Oh, iya, iya, iya…mau…,” Ken tampak menanggapi serius ide yang di gagas awak media dan seolah menanam di hatinya suatu saat ia-lah yang akan menjadi orang pertama sebagai perancang senjata atau arsitek untuk senjata, entah agar bagaimana hanya Ken yang tahu dan memahaminya apa yang ada dalam benaknya. Namun awak media melihat keseriusannya mendengar ide dari awak media yang diterimanya dengan “wah” karena ini belum pernah ada dan merupakan hal baru. Jika ia bisa menjadi arsiteknya maka ia adalah orang pertama yang menjadi seorang arsitek senjata. Awak media pun mendorongnya untuk dapat mewujudkan itu. Semoga Ken tidak melupakan ide yang terlontar dari awak media kepadanya. Ken memenangkan pertandingan dengan score 45 melalui penembakan plat hingga tumbang sebanyak 2 plat (tumbang semua) yang bernilai 20 untuk kedua plat. Pada papan Lesan (sasaran tembak) jatuh di angka 7, 8 dan 10 dan score yang diperolehnya mendapatkan posisi urutan score teratas di standard class yang dipertandingkan.
Sebagai seorang pelajar, meskipun memiliki cita-cita yang tampak tidak berkaitan dengan hobby-nya, namun Ken selalu menjalankannya dengan baik antara mengejar ilmu di sekolah dan juga menjalankan hobby-nya di sela kegiatan lain.
Prestasi yang telah terukir dari hobby-nya tersebut antara lain juara pertama kejuaraan menembak Fun Game Open Competition tahun 2022, yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Yonif 201. Selain kemenangan kemarin sebagai juara pertama kejuaraan menembak Magnum Open Shooting Championship tahun 2023 pada standard class yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Gegana, Mako Brimob.
Mayjen TNI Mar (Purn) Chaidier Patonnory menyampaikan kepada awak media ketika mengetahui peserta berusia muda memenangkan pertandingan dan merebut posisi teratas di standard class yang dipertandingkan. Tunas baru muncul di bidang olah raga menembak ini dimana bibit-bibit generasi penerus mulai terlihat seraya memberi applaus dan respon positip-nya,

“Acara yang digagas cukup baik dan menarik ,mungkin perlu diagendakan secara periodik 4 bulan sekali, untuk Kenricco perlu dipelihara kemampuan yang sudah ada dengan latihan dan latihan guna meningkatkan kemampuannya. Kedepannya perlu dan harus ikut pertandingan yang lebih besar.” pungkasnya.
Diharapkan generasi muda menjadi terpupuk jiwa juangnya untuk mencetak prestasi bagi nama harum Indonesia. Harapan awak media disampaikan kepada seluruh generasi muda Indonesia mengiringi harapan bangsa ini.
Pewarta : Debora RK Grace





