Kubangsari Gencar Bangun Infrastruktur dan Perkuat Ketahanan Pangan

74

Lurah Kubangsari, Siti Badriah, S.IP, MM.

CILEGON – suaraaksirakyat.com

Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, terus menunjukkan kemajuan dalam pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kubangsari, Siti Badriah, S.IP, MM, menyampaikan sejumlah program prioritas tengah berjalan, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.

Siti menjelaskan, program bedah rumah tahun ini terlaksana berkat kerja sama CSR Krakatau Posco dan Habitat for Humanity Indonesia.
“Pada 2025, kami mendapat bantuan empat unit rumah. Satu rumah sudah rampung dan diserahkan Wakil Wali Kota di Lingkungan Pagebangan, awal Agustus lalu. Tiga rumah lainnya masih dalam proses pembangunan,” ujarnya, Senin (8/9/2025).

Program serupa juga telah berjalan pada akhir 2024 dengan renovasi dua rumah. Total, empat rumah berhasil direnovasi selama kepemimpinannya sebagai Plt Lurah.

Selain dukungan industri, Siti mengapresiasi partisipasi swadaya masyarakat, mulai dari pemagaran makam hingga pembangunan jalan akses menuju makam di Lingkungan Penahuluan.

“Ini menunjukkan semangat Fastabiqul Khairat, semangat berlomba dalam kebaikan, masih kuat di tengah warga,” katanya.

Terkait banjir yang kerap terjadi di beberapa titik rawan seperti Lingkungan Cigading Pasar, Penahuluan, dan Pintu Air, pihak kelurahan rutin berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pihak industri.
“Sedimentasi kali sudah dilakukan secara berkala, terakhir oleh PT Krakatau Steel pada akhir 2024. Saat ini kami mengajukan kembali pelaksanaan sedimentasi untuk September–Oktober tahun ini,” jelas Siti.

Di bidang lingkungan, Kelurahan Kubangsari mendorong pengelolaan sampah melalui dua bank sampah aktif, yakni Bank Sampah Berkah dan Bank Sampah Sinar Lestari, serta inisiatif pembentukan bank sampah di setiap RT.
“Sampah organik bisa jadi kompos, plastik bisa diolah menjadi paving block atau pakan maggot. Kami juga bekerja sama dengan akademisi untuk teknologi pengolahan sampah yang lebih baik,” terangnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kubangsari, Siti Badriah, S.IP, MM.

Siti juga menaruh perhatian besar pada ketahanan pangan berbasis urban farming. Saat ini, sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) aktif bergerak, seperti KWT Sumber Hijau Rejeki, KWT Asoka, dan KWT Kubang Lestari.

“Saya bermimpi setiap rumah punya lubang biopori, bisa mengolah sampah dapur jadi kompos, dan menanam sayuran sendiri. Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah,” pungkasnya.