Jakarta, suaraaksirakyat.com
Di bulan ramadhan kita dilatih menahan nafsu. Salah satunya dilatih untuk sabar. Tidak mudah untuk melatih kesabaran. Oleh sebab itu kita harus melakukannya dengan niat. Kesabaran itu dalam berbagai sisi. Kesabaran tidak hanya dilakukan ketika seseorang mendapat musibah. Menurut Habib Ja’far, sabar juga dibutuhkan dalam hal ketaatan.
Hal tersebut diungkapkan Habib Ja’far dalam Kultum, Sabtu (1/4/2023). Habib mulanya menjelaskan bahwa akan kebenaran dan kesabaran merupakan dua hal yang disebut secara bersamaan melalui firman Allah SWT dalam surah Al Asr ayat 3.
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ
Artinya: “kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”
Habib Ja’far menjelaskan, seseorang butuh kesabaran dalam menjalani ujian akan kebenaran. Hal ini untuk mengetahui apakah orang tersebut menjalankan kebenaran karena musiman atau memang sudah mencapai titik ikhlas.
“Kebenaran harus diuji dengan kesabaran untuk mengetahui ia berada dalam kebenaran itu sifatnya musiman atau memang ia ingin berada dalam kebenaran itu karena menganggap itulah yang indah,” ungkap Habib Ja’far.
Habib Ja’far lalu menukil perkataan Imam Al Ghazali bahwasanya sabar itu bukan hanya ketika tertimpa musibah, melainkan juga untuk berada dalam ketaatan dan terhindar dari maksiat juga membutuhkan kesabaran.
“Orang kalau diuji dia harus sabar, bukan hanya itu. Tapi ketika orang jauh dari maksiat dia harus sabar. Sabar dari tarikan lagi tentang misalnya enaknya ketika bermaksiat, nikmatnya ketika bermaksiat, dan lain sebagainya,” ujar Habib Ja’far.
“Juga sabar ketika menjalani ketaatan dari misalnya merasa terbebaninya ketika dia menjalani ketaatan, merasa beratnya dia ketika menjalani ketaatan. Dia harus sabar sampai ke titik di mana dia kemudian nikmat menjalani ketaatan,” imbuhnya.
Ada banyak kisah tentang kesabaran dalam ketaatan yang terjadi kepada para nabi. Mulai dari Nabi Nuh AS yang berdakwah selama 950 tahun, Nabi Yusuf AS yang harus menerima fitnah selama belasan tahun, hingga Nabi Muhammad SAW dengan berbagai ujiannya.
(Debora)






