Berikutnya, AHY mengungkap ada pasukan siber bayaran atau buzzer yang menyerang partainya secara sistematis dan masif. Bahkan, buzzer tersebut fitnah untuk membelokkan opini publik.
AHY merujuk itu dari riset gabungan Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dengan University of Amsterdam, dan sejumlah lembaga lainnya pada tahun 2021.
AHY lalu bercerita ketika mengunjungi Deli Serdang Sumatera Utara, ada seorang mahasiswa mengejarnya. Ia mengadu merasa ketakutan terancam dijerat Undang-Undang ITE karena menyampaikan kritik kepada pemerintah.
Lebih lanjut, dia mengutip hasil jajak pendapat lembaga survei Indikator Politik pada bulan Februari 2022 yang menunjukkan bahwa 62,9 persen masyarakat takut untuk menyatakan pendapat.
Selanjutnya, putra sulung SBY ini mengkritik penegakan hukum yang masih belum adil. Dia berkata, penegakan hukum masih tajam ke lawan tapi tumpul ke kawan.
Agus Harimurti Yudhoyono lalu menyinggung tindakan obstruction of justice dan abuse of power dalam penegakan hukum. Menurut dia, masalah tersebut menjadi kegelisahan masyarakat.






