Sukabumi, suaraaksirakyat.com
Sementara itu, pihak Perumdam TJM Cibadak menjadikan sumber air dari Cikanyere untuk mendistribusikan air dan berencana memasang saluran air baru di daerah tertentu.
Ia menjelaskan mata air kedua di Kampung Cibogo, Caringin yaitu hasil dari pengolahan, berbeda dengan Cidahu sumbernya mata air yang digravitasikan ke Cibadak.16 februari 2023.
Kepala Cabang Perumdam TJM kabupaten Sukabumi : M.Yusuf Saepullah berujar “Cikanyere itu sumber airnya dibagi dua dengan nagrak, sumber airnya sekitar 10 literan, jadi setengah-setengah. Diperkirakan dari alat ukurnya masuk 5 liter ke Cibadak dan 5 liter lagi masuk Nagrak,”
Cibadak – Caringin memiliki konsumen sekitar 7.000 sambungan, namun untuk saat ini sumber udara yang berasal dari beberapa titik berkurang, karena sumber udara dari Cipanas, Kecamatan Cidahu sudah terhenti.
Pada dasarnya dengan 7000 konsumen, seharusnya ada 70 liter per detik, namun saat ini hanya ada 53 liter, yang berarti berkurang sebanyak 17 liter.
Pelayanan Cibadak distribusi airnya terdapat di beberapa titik, meliputi Cipanas, Kecamatan Cidahu, namun sekarang terhenti karena terputusnya jembatan Pamuruyan beberapa waktu lalu.Biasanya estimasi dalam satu liter, bisa melayani seratus konsumen, sekarang kita tujuh ribu sambungan, otomatis harus di atas 70 liter per detik. Sekarang kita dari Caringin mengolahnya di kisaran 40 liter per detik, Cirosa 3 liter per detik, lalu Palasari sekitar 5 liter per detik, ditambah Cikanyere 5 liter per detik, jadi kekinian semuanya sekitar 53 liter per detik.
Sementara itu, diwajibkan mencoba mensiasati dengan cara, distribusi air selama 12 jam secara bergantian, ke daerah Surya Kencana, khususnya perkotaan Cibadak dan Siliwangi. “Pelayanan 12 jam itu, Jalan Siliwangi hingga Bantarmuncang dari pagi hingga sore. Kemudian Surya Kencana, Leuwi Goong, hingga Kebon Pala bergiliran dari sore hingga kembali pagi,” ungkapnya.
“Kalaupun ada konsumen yang sebentar menahannya, kita akan suplai menggunakan tangki, nanti disimpan bak penampungan atau toren dengan kapasitas 2 kubik, di daerah tertentu,
Pada sumber air Cikanyere, ia mengungkapkan, akan dizonakan ke daerah Papanahan, Situsaeur, Pintu, dan Taman Lestari yang dilayani dari sumber air Cikanyere, sehingga kata Yusuf, pada saat ini tidak ada gangguan untuk daerah tersebut.
Semula daerah yang tadi disebut , sumber airnya dari Caringin dan Cipanas, tapi akibat kejadian ambrolnya jembatan pamuruyan membuat air tidak mengalir atau dihentikan.”
Kemudian sambung Yusuf “80sumber udara dari Cikanyere menjadi upaya dari himbauan, untuk penanganan pertama. Tujuannya untuk tetap dapat mendistribusikan sumber air, yang sempat terkendala, akibat ambrolnya jembatan Pamuruyan.
Kemudian dibenahi juga membuat zona untuk distribusi air yang berasal dari Cikanyere, khusus untuk daerah jalan Nagrak hingga ke Kampung Pintu bisa mengalir.
Yang sebelah kanan, arah ke Nagrak dari Cikanyere, alhamdulillah bisa mengalir. Sehingga sampai dengan saat ini masih berjalan kondusif.
Adapun untuk daerah : Cirosa , Girijaya, Palasari, Cirendeu, Karang Tengah hingga Segog, kami layani khusus. Sehingga tidak ada kendala.
Untuk sementara suplai udara masih aman, karena daerah yang awalnya menyalakan, membagikan distribusi udara secara bergantian, namun untuk kebijakan selebihnya ada di pusat. “Mungkin dari pimpinan ada kebijakan lagi, untuk terus melakukan inovasi,”
Lebih lanjut ia menyatakan telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat Sukamaju dan Kebon Pala, untuk membangun jembatan di wilayah tersebut. Dengan menambah pasokan tujuan air.
Sebetulnya dari pusat sudah diupayakan dan sudah direncanakan, sehingga kami harap secepatnya. Kita sosialisasi ke RW terlebih dahulu, nanti selanjutnya kita sosialisasi lagi langsung ke warga. Masih menimbang segala sesuatunya. Keinginan sih ada suplai udara lagi dari sana, menggantikan sumber udara Cipanas yang sudah dilarang,” jelas Yusuf.
Menurutnya, Jembatan Pamuruyan memiliki sedikit harapan untuk memasang kembali saluran air, yang mana akan ada duplikasi jembatan untuk kedepannya.
Mungkin secara tampilan juga kurang estetik, maka dari itu kita tengah mencari alternatif lain. Salah satunya perencanaan lain, yang kabarnya mau bikin jalur di daerah Cibodas,” pungkasnya.






