Senin, Juli 13, 2026
spot_img
Beranda Ekonomi & Bisnis Prabowo Beberkan Asal Usul Ide Koperasi Merah Putih: Agar Rakyat Tidak Lapar...

Prabowo Beberkan Asal Usul Ide Koperasi Merah Putih: Agar Rakyat Tidak Lapar dan Terjerat Lintah Darat

7

Prabowo mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

www.SuaraAksiRakyat.com, Jakarta,-

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan lahir secara tiba-tiba. Menurutnya, ide tersebut telah lama terpendam di benaknya, bahkan sejak puluhan tahun lalu.

Prabowo berkisah bahwa ketika masih bertugas sebagai prajurit TNI di pelosok desa, ia menyaksikan langsung bagaimana masyarakat hidup dalam serba keterbatasan. Ia melihat penderitaan masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, bahkan pernah menyaksikan orang meninggal dunia akibat kelaparan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Prabowo mengaku memiliki tekad untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Ia pun meyakini bahwa salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan adalah melalui kekuatan koperasi.

“Dari situ, saya lihat kita harus menjaga, kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa. Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita, ada di desa-desa,” jelas Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Minggu (12/7/26).

Selain itu, ia juga menceritakan pengalaman lain yang mendorong lahirnya gagasan tersebut, yakni keprihatinannya melihat masyarakat rentan yang sulit melepaskan diri dari jeratan utang.

Prabowo mengatakan bahwa masyarakat rentan umumnya memiliki penghasilan yang tidak hanya rendah, tetapi juga tidak menentu. Kondisi tersebut memaksa mereka berutang untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan atau pengobatan anak.

Namun, rendahnya literasi keuangan membuat sebagian masyarakat memilih meminjam uang kepada lintah darat dengan bunga yang mencekik. Kondisi tersebut, ujar Prabowo, justru semakin memperburuk kesejahteraan mereka.

Di saat bersamaan, ia juga menyoroti ketidakadilan struktural, di mana pelaku usaha dapat memperoleh restrukturisasi maupun penghapusan utang dari lembaga perbankan, sementara masyarakat kecil tidak memiliki akses yang sama.

Melihat kondisi tersebut, Prabowo mengaku tidak bisa tinggal diam. Menurutnya, masyarakat rentan juga berhak memperoleh akses pembiayaan yang murah, dan koperasi simpan pinjam dapat menjadi salah satu solusinya.

“Tidak ada jalan. Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” imbuh dia.

Prabowo menambahkan bahwa berbagai pengalaman itulah yang mendorongnya menghadirkan program KDKMP setelah menjabat sebagai Presiden. Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri dan terbebas dari jeratan lintah darat.

Selain itu, ia berharap KDKMP juga dapat menjadi sarana penyaluran berbagai barang bersubsidi agar tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan.

“Hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui kooperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang subsidi diselewengkan tidak sampai ke rakyat,” jelas Prabowo.

Menurutnya, berbagai pengalaman hidup tersebut juga mendorong pemerintahannya untuk mempercepat realisasi KDKMP. Sebab, menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat.

“itu latar belakang Koperasi Merah Putih. Kemudian kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan. Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa, tapi rakyat yang susah, tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan cepat dan tidak bisa kita lakukan dengan cara-cara biasa,” tutup dia.

Haryadi