Saung Manfaat’ Untuk Usaha Peternakan Ikan di Jl. H. Mawi Gg Serius Rt 004/Rw 01 Desa Waru

51

‘SAUNG MANFAAT’ yang dikenal sebagai Empang bang Samsul

Bogor – suaraaksirakyat.com

Tanpa kita sadari DESA WARU yg terletak di antara rumah penduduk dan perumahan di Pagari oleh aliran kecil ada sebuah celah usaha untuk mensterilkan ekonomi sekitarnya. (29/07/2025).

kita sebut saja ‘SAUNG MANFAAT’ yang dikenal sebagai Empang bang Samsul yang dimana Empang atau saung itu di jaga dan di lestarikan untuk berkebun yang hasil buminya ada singkong, jagung, pepaya, umbi umbian serta pisang.

Untuk menjaga kelestarian nya sebagai warga ikut melestarikan dan membudidayakan terutama peternakan dan pembibitan ikan mencakup beberapa jenis ikan adalah ikan bawal, ikan gurame, ikan patin, dan mujair.

Di kenal secara meluas terutama kabupaten Bogor yang tidak asing lagi di kuping masyarakat peternakan terbesar dan pembibitan ikan hias se-ASIA TENGGARA, begitu pula dengan budidaya ikan konsumsi.

“Untuk saat ini kami bisa membesarkan usaha dengan cara membesarkan ikan dalam kurun waktu 6 bulan sampai dengan 7 bulan untuk mengejar ikan konsumsi,” ujar Samsul yang dikenal sebagai petani ikan di Saung Manfaat yang di jaga hingga saat ini.

Sedangkan untuk jenis jenis ikan berupa ikan hias, mas koki panda atau semacam nya Rukun Tetangga (RT) setempat juga menjadi bagian salah satu petani atau pembibitan ikan hias di lingkungan tersebut.

Dengan kondisi ekonomi sekarang yang semakin menjerit khusus nya untuk kalangan masyarakat menengah kebawah menjadikan lahan kosong untuk belajar dan berusaha bagaimana kita bisa menjadi lebih mengerti dalam mendalami serta memahami usaha peternakan ikan tersebut.

“Untuk mensterilkan ekonomi yang kian hari semakin bertambah berat, kita sebagai mahkluk bergerak untuk lebih bisa menjadikan atau menciptakan lapangan pekerjaan semaksimal mungkin demi tercapainya perekonomian yg stabil dan menjalin tali silaturahmi sesama petani, penduduk lokal dan pendatang.” tutup bang Samsul yg dikenal sebagai penjaga lahan tersebut.

Pewarta : Ecky Albar al’ rasyid