SEBA BADUY 2023 SEPI PENGUNJUNG DI KOTA SERANG PEMERINTAH DAERAH BANTEN KURANG MENANGKAP PELUANG WISATA BUDAYA

132

Banten, suaraaksirakyat.com

Seba Baduy kegiatan ritual yang sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Banten dilaksanakan Tanggal 27 – 30 April 2023 berlokasi di Kota Rangkas Bitung dan Kota Serang. Kegiatan yang masih terpelihara sampai sekarang tersebut merupakan kegiatan ritual Masyarakat Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kab Lebak Banten. Kegiatan Tahun 2023 dihadiri oleh 1000 Orang Masyarakat adat Tradisional Baduy di Banten Selatan. Puncaknya Tanggal 29 April 2023 saat kegiatan ritual di Pendopo Gubernur Banten yang kini jadi Museum Banten di Kota Serang.

Sebuah kegiatan spektakuler yang unik dan dapat menarik minat Wisatawan dalam dan Luar Negeri tersebut kenyataannya tidak dapat mendongkrak kunjungan Wisatawan dalam dan Luar Negeri ke Banten khususnya Kota Serang. Hal tersebut sangat disayangkan karena kegiatan ritual Masyarakat adat Baduy yang berusia Ratusan Tahun ini, tidak bisa dikemas dengan baik menjadi sebuah paket kunjungan Wisata Budaya sehingga dapat mendongkrak ekonomi Masyarakat Pariwisata di Banten.

Potensi Event seba Baduy jauh lebih menarik dari pada Event kebudayaan lainnya karena melibatkan Ribuan Orang yang menjadi Pusat atau acara intinya yakni berupa penyerahaan hasil bumi kepada Sultan Banten pada waktu itu yang kini di simbolkan kepada Gubernur Banten. Tapi sayangnya Event tersebut tidak dapat dikemas dengan baik oleh Pemerintah Daerah Banten menjadi Event tahunan banten yang berskala Internasional. Hal senada dikatakan oleh Ahmad Hikam Sahputra seorang Pengusaha Rental Mobil Wisata di Kota Serang banten yang juga Pengurus DPW IPI Banten dikatakan bahwa.” Event seba Baduy dari tahun ke Tahun sepi Wisatawan baik dalam maupun Luar Negeri sehingga Masyarakat sekitar tidak mendapat limpahan pendapatan yang maximal dengan adanya Event ini ditambahkannya lagi bahwa para Pejabat Pemerintahan di Banten tidak bisa memanfaatkan momentum tersebut sebagai peluang untuk menarik Wisatawan dalam dan Luar Negeri agar bisa datang ke Banten seharusnya event seba Baduy bisa lebih besar gaungnya dari pada Kasada Bromo atau Festival Lampion di Dieng namun sepertinya para pejabatnya hanya mementingkan pencitraan sehingga tidak bisa liat peluang besar Pariwisata berbasis Budaya.” ujarnya. (Alek)

Penulis: M.Andika Putra/ Siti Aisyah Suganda