Sukabumi, suaraaksirakyat.com
Miriss……memang ketika menyaksikan ruas jalan menuju Geopark, tepatnya di ruas Jalan Cagar Alam Kampung Batu Sapi, Desa Jayanti Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi JawaBara, Selasa (8 Agustus 2023)
Geopark yang sudah diresmikan oleh Unesco sebagai taman bumi warisan dunia. Alih-alih mendapat perhatian penanganan tata ruang yang lebih baik oleh dinas terkait sebagai salah satu destinasi wisata andalan yang ada di Indonesia, ditata seindah, seterang dan senyaman mungkin untuk kenyamanan warga dan wisatawan yang berkunjung.
Malah ironis sekali berbanding terbalik dari harapan warga, kondisi lampu PJU dibiarkan mati gelap gulita disepanjang ruas jalan menuju Geopark.
Sebagai bentuk protes warga dan pemuda sekitar memasang ratusan obor di sisi jalan tersebut.
Seringkali area tersebut menimbulkan korban kecelakaan akibat gelap gulita. Selain kecelakaan juga serangan hewan buas yang turun dari hutan.
Menurut tokoh agama setempat Habib.Muhammad fahmi menyatakan “Apabila pemerintah daerah sudah tidak mampu memasang lampu PJU untuk rakyatnya, apa perlu warga yang memasang sendiri lampu tsb dengan jalan swadaya? Harusnya pemerintah yang melayani rakyat, bukan rakyat ada untuk pemerintah.
Ini sudah dibiarkan terlalu lama ,sejak tahun 2000 yang lalu, hingga sering memakan korban.
Harapan kami tolong hidupkan kembali lampu PJU diruas jalan Cagar alam Batu sapi” pungkasnya.
Sementara Tol Bocimi sudah dibuka sampai Parung kuda, Kondisi ditempat wisata malah memprihatinkan.
Menurut Yan Sebastian sebagai pelaku usaha ditempat wisata geopark menyatakan “Timbul harapan kami sebagai insan pariwisata, Akan membaik setelah jalan tol dibuka.
Saya sangat menyesalkan pihak terkait tidak mampu membenahi tempat wisata, dengan matinya PJU yg ada di geopark Ciletuh pelabuhan ratu kini bagai DARK GEOPARK.
Jadi kepada siapa kami harus mengadu, memohon perhatian, karena pihak Pemda sendiri sudah cuci tangan dengan pernyataan :
” Tidak bisa interpensi karena wewenang propinsi dan pusat ”
Kami berharap pihat terkait mau membenahinya .
Jangan biarkan masyarakat memasang obor di setiap jalan, sungguh sangat memalukan.” imbuhnya.
Nurlaela






