Sekdis Khusyaeri akui Kekurangan Guru Pengajar di Kabupaten Sukabumi

29

Sukabumi, suaraaksirakyat.com

Beralamat di Kantor Sekdis, Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat (16/11/2022)

Sejumlah wartawan yg tergabung di Team Jorelat (Jurnalis Dengan Langkah Terarah) yg diketua oleh Wahyu Ramdani dari media News investigasi, Diterima oleh khusyaeri (Sekdis Pendidikan) mewakili pak kadis yang sedang bertugas diluar.

Team Jorelat disambut baik oleh pak sekdis, Team Jorelat sendiri melakukan audiens untuk mempertanyakan tupoksi dari dinas pendidikan, pengawas, komite dan kepala sekolah.

Juga Team Jorelat mempertanyakan isu-isu yang sedang viral didunia pendidikan, dari mulai dana Bos, DAK , pungutan liar seperti sampul rapot, buku LKS, infak, serta sumbangan sukarela untuk bangunan yang kadang sudah ditentukan nominalnya oleh pihak sekolah, tentu saja itu semua bukan anjuran dari dinas pendidikan, dan semuanya tidak dibenarkan.

Team Jorelat juga mempertanyakan sejumlah bangunan sekolah SD yang kondisinya sudah memprihatinkan, dan dibiarkan bertahun-tahun dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Sehingga kenyamanan belajar dan mengajar blm mereka rasakan, seperti contohnya di SD babakan Nagrak Cibadak.

Padahal setiap warga negara berhak atas kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan yang sekurang-kurangnya setara dengan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan tamatan pendidikan dasar.

Sekdis Khusyaeri menerangkan, kendala-kendala yang ada di dinas pendidikan, termasuk kurangnya guru pengajar karna sedang ada pensiun massal besar-besaran sehingga belum ada guru atau persiapan guru pengganti.

Banyak sekolah yang tdk ada kepala sekolahnya juga, sehingga di ambil kebijakan mengangkat guru honorer namun itupun terkendala dana untuk menggaji mereka.

“Khusyaeri menerangkan bahwa kebijakan atau sumbangan dari pusat sudah diprioritaskan sehingga tidak bisa diganggu gugat atau dialih fungsikan untuk sesuatu yang sebenarnya lebih urgent, seperti untuk alokasi pembangunan sekolahan yang memprihatinkan.

Sehingga kesannya sekolah-olah itu mengalami pembiaran dari Disdik, padahal mereka sudah mengupayakan laporan dari mulai tingkat daerah hingga ke pusat.

Beliau menyatakan ” Berterimakasih kepada Team Jorelat yang sudah memberikan informasi yang akurat, juga temuan dilapangan.

Sehingga ada masukan-masukan untuk ditelaah lebih lanjut sebagai acuan langkah ke depannya memperbaiki sistem dunia pendidikan dikabupaten Sukabumi, ungkapnya.

Hari ini tercetus ide dari sekdis Khusaeri untuk membuat Call center, untuk memudahkan pengaduan baik itu dari media atau pun warga, sehingga aspirasi atau kendala yang ada didunia pendidikan lebih mudah tersampaikan.

(Nurlela)