Bogor suaraaksirakyat.com
Mengkhawatirkannya peredaran obat-obatan psikotropika di masyarakat, bahkan banyaknya area zona merah peredaran narkoba yang tak menurun justeru meningkat, hal ini membuat gelisah semua ruang lingkup di masyarakat terlebih di sekolah. Banyaknya pelajar yang sudah jelas adalah generasi penerus bangsa, menjadi sasaran perusakan mental melalui konsumsi obat-obatan terlarang yang beredar dan diedarkan dengan berbagai trik untuk memperluas jangkauan peredarannya. Di masyarakat narkoba semakin mudah di dapat. Warung-warung dan toko-toko pengedar disamarkan dengan kedok toko kelontong dan kosmetik bahkan jajanan di luar sekolah. Di tengarai dan di anggap mungkin jajanan di sekolah yang beredar telah ditunggangi oknum pengedar narkoba yang mencari sasaran dagangnya. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, berserta densus 88 dan BNN bergandengan tangan memerangi narkoba. Dikhawatirkan peredarannya merambah kepada lingkungan sekolah dan menyebabkan siswa terjerat dan ketergantungan akan obat-obatan tersebut. Bersama institusi sekolah dalam hal ini para kepala sekolah yang bernaung di Disdik kabupaten Bogor, diadakan sebuah acara pendeklarasian sekolah bersinar (bersih dari narkoba) sekolah dasar yang ada di kabupaten Bogor. Bertempat di gedung Gala Satria, Pakansari, Cibinong, Bogor seluruh pihak terkait hadir sebagai undangan yang turut mendukung dan menggaungkan anti pada narkoba pada Kamis, 25 Januari 2024. (27/1/2024).
Di antara tamu undangan hadir PJ Bupati Asmawa Tosepu, A.P., M.Si, Direktur Informasi dan Edukasi BNN RI, Brigjen. Pol. Drs. Iman Sumantri, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, Kepala Datasemen Khusus 88, Irjen. Pol. Drs. Sentot Prasetyo, S.I.K, Endin Saepudin, Ketua Koordinator K3S, Ketua K3S seluruh kecamatan di kabupaten Bogor, seluruh Ketua PGRI di kabupaten Bogor, Kepala-kepala sekolah tingkat sekolah dasar dan seluruh undangan dalam pelaksanaan acara.
Ketua K3S Kabupaten Bogor, Endin Saepudin mengatakan, ” Hari ini acaranya adalah deklarasi sekolah bersinar. Kasubdit kontra narasi pencegahan densus 88, sedangkan BNN bersinar untuk penanggulangan narkoba tingkat siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kita menjaga dan mengevaluasi. Sejauh mana pantauan K3S bersama para Kepsek melihat di lapangan yang terjadi. Sementara ini belum ada yang terjerat narkoba. Namun kita antisipasi sejak dini sebelum terjadi.” Papar Endin.

Menyempatkan foto bersama, Ketua K3S Kecamatan Ciseeng Mahmud Mahbubillah, Ketua K3S Kabupaten Bogor, Endin Saepudin, Ketua K3S Kecamatan Parung, Suhandi serta seorang lagi yang turut berfoto bersama mengatakan mereka akan bersinergi menolak dan menyatakan perang terhadap narkoba. Membentengi siswa bersama kepala sekolah dan pihak terkait.
Di temui terpisah dalam area acara, Ketua K3S Ciseeng, Mahmud Mah ubillah mengatakan, ” Kami belum menemukan adanya laporan mengenai korban yang terindikasi narkoba. Tetapi kami mencegah berupaya sedemikian rupa agar tak ada satu pun siswa terjerat narkoba. Di wilayah Ciseeng, terdapat 33 SD Negeri dan 5 SD swasta yang saya awasi,” ucap Mahmud Mahbubillah.
” Intinya kita K3S bertekad bersinergi membentengi siswa agar tak terjerat zat psikotropika. Pencegahan sejak dini selagi masih dasar agar terselamatkan generasi bangsa ini.” Tambah Mahmud.

Endin dan rekan-rekan mendeklarasikan sesuai yang diucapkan akan dilaksanakan. Perihal jeratan narkoba tak bisa di tolerir karena merusak mental pemakainya terlebih usia dini. Deklarasi sekolah bersinar sekolah dasar se-kabupaten Bogor ini akan segera dilakukan tanpa kompromi. Apa yang dilakukan dan diterapkan kepala-kepala sekolah dalam satu kecamatan akan terus kami pantau melalui ketua-ketua K3S per kecamatan yang ada di bawah koordinasi ketua K3S kabupaten Bogor.
Pewarta : Debora RKG







