Suaraaksirakyat.com- Sukabumi warungkiara, Putri (8) merupakan seorang anak yang berkebutuhan khusus sejak lahir, yang sangat membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan dan masa depan Putri.
Putri adalah anak ketiga dari Ibu Ani Suryani (33) yang kondisi sejak lahir sudah berkebutuhan khusus yang harus fokus terhadap pengobatan Putri agar bisa seperti anak lainnya.
Terkait kondisi Putri, sang ibu membenarkan dengan mengatakan, Putri sejak lahir sudah keadaan seperti itu. Penyakit yang diderita Putri baru muncul ketika beranjak usia 2 tahun setelah menderita sakit. Awal nya mula penyakit itu Ani awalnya tidak mengetahui bahwa penyakit apa yang dideritanya.
“Ketahuan penyakitnya ini sejak usia 2 tahun setelah kami bawa ke RS Bunut katanya harus melakukan terapi, berobat jalan karena ini hanya penyakit kekurangan gizi,” kata Ani Jum’at (3/11/2023).
Akan tetapi, melihat dari kondisi ekonomi keluarga Putri melakukan pengobatan secara berkala sesuai keuangan yang ia miliki.
” Nah dari situ bukannya saya gak mau terapi dan berobat, sebab keuangan kami juga tidak memungkinkan,” paparnya.
Selain itu, Ani berharap adanya perhatian pemerintah setempat agar memperhatikan kondisi Putri. Mengingat kondisi keuangan keluarga Ani tidak memungkinkan sebab suaminya yang hanya berpenghasilan 40 ribu itu pun tidak jelas pendapatannya.
” Saya pengen dari sekarang ada lah yang memperhatikan anak saya mengingat kondisi keluarga kami yang kondisinya tidak memungkinkan, kerjaan ayah putri juga hanya kerja serabutan yang penghasilannya hanya empat puluh ribu itupun tidak jelas,” ungkapnya.
Terkait kondisi Putri (8) anak dari ibu Ani, warga kampung cilutung RT 1/RW 2, desa girijaya, kecamatan Warungkiara.
Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara Teten Sutendi memberikan tanggapan harusnya data itu dari beberapa pihak terkait yang memang perlu tau keadaan Putri.
Namun selama ini atas nama yang bersangkutan itu, kami sudah semaksimal mungkin untuk mengupayakan membantu keluarga dari Bapak Wandi selaku ayahanda Putri. Yaitu dengan memasukan kedalam Program Desa yaitu DTKS untuk mendapatkan PKH BPNT, lalu di DTKS pun itu ada.
Terkait kendala Program Makanan Tambahan, ia menjelaskan, kita juga kan melihat dari data mengingat data tersebut merupakan langsung dari pusat. Jadi pendataan stunting itu dari Pusat langsung, bukan dari bawah dahulu dengan tiba-tiba kita menerima data stunting tersebut.
Disamping itu ditanya mengenai bantuan untuk putri, Tatan menjelaskan kita sudah meminta fasilitas seperti kursi roda untuk Putri dan ada juga dari Dinsos serta dewan yaitu berupa bantuan modal usaha untuk keluarga Bapak Wandi.
Pewarta: Ella





