GAPOKTANHUT RIMBA JAYA LAKSANAKAN RENCANA KERJA USAHA PERHUTANAN SOSIAL (RKUPS)

17

Gapoktanhut RIMBA JAYA

Sukabumi – suaraaksirakyat.com

Gapoktanhut RIMBA JAYA yang terbagi Dua kelompok Tani hutan yaitu kelompok Rimba jaya 1 dan kelompok Rimba Jaya 2 mengadakan musyawarah di MI Cimanggu pada Hari Jumat 8/6/2024.

Kegiatan ini di hadiri oleh camat Lengkong, kepala desa Cilangkap, juga pendamping dari GEMA PS dan Cabang Dinas Kehutanan wilayah sukabumi.

Di akhir acara tersebut Saepul usman tim pendamping gema ps mengatakan kepada media bahwa “kegiatan ini menindak lanjuti SK Menteri KLHK No 1188 tentang andil garapan”. ujarnya.

Kemudian GAPOKTANHUT bersama anggota menyepakati Saluran air yg akan di alirkan ke lokasi Calon Embung, dari sumber air dan menyepakati tanaman Kayu-kayuan Sengon dan Albasia, sedangkan buah- buahan terdiri dari Durian, Alpukat, Cengkeh dan Pala, dengan tanaman Pangan Padi Gogo, Singkong, Jali jali, dan Pisang.

Sambutan dan pendampingan, oleh MUSPIKA, CDK dan Pendamping Gema PS.

RKUPS GAPOKTANHUT Wanajaya Dilaksanakan menjadi dua season, pertama sambutan dan pendampingan, oleh MUSPIKA, CDK dan Pendamping Gema PS. Kemudian dilanjut dengan musyawarah anggota Kelompok, yang di sepakati dalam berita acara dimulai jam 14.00 wib ba’da Jum’at, dan berakhir jam 16.30 wib yang terlaksana dengan tertib dan demokratis.

Kemudian di sepakati Kawasan Percontohan Demplot yg di kelola Kelompok dan Pendamping, dengan rencana Pembangunan Balai Pertemuan Kelompok, Gudang Pupuk dan Penampungan Hasil beserta lantai jemur.

Dari kondisi alam dan pemandangan yang indah, maka lokasi Demplot akan dibangun Embung dan Pariwisata. Dalam RKUPS tersebut disepakati Pengukuran dan Pematokan lokasi garapan masing- masing anggota

Musyawarah anggota Gapoktanhut RIMBA JAYA

Di tempat yang sama Pembina GEMA PS wilayah kecamatan Lengkong Abah tedi, saat diminta tanggapannya usai sosialisasi, mengatakan “kemungkinan besar, jika kekompakan para KTH terjalin untuk memelihara kawasan hutan insyaallah hutan subur rakyat makmur, Leuweung hejo rakyat ngejo, jika sebaliknya terlantar hutan rakyat ,akan terjadi kelaparan” pungkas Abah Tedi dengan bersemangat.