Jakarta, Suaraaksi.com
Wakil Ketua Umum (WKU) KEIND Bidang Ketenagakerjaan dan Hub Industrial menggagas pertemuan awal tahun dengan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Dr. Dra Hj. Ida Fauziyah, M.Si.
Pertemuan tersebut berlangsung diruang Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah didampingi Sekjend Menaker Prof. Anwar sanusi, Direktur 3K Hery, Tenaga Ahli Dita dan Sesmen menaker Memey.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) Afda Rizal Armashita, WKU Bidang Ketenagakerjaan hubungan Industrial H. MUH Tabri, WKU OKK HM Yandri, Ketua Komtap Textile dan Permadani Fahem Ahmad.
Setelah menaker membuka pertemuan sekaligus memperkenalkan jajaran yang mendampingi dalam pertemuan dengan KEIND.
Adapun materi audiensi dimulai oleh HM Tabri sebagai WKU yang membidangi Tenaga Kerja menyampaikan didepan Ida Fauziyah dan jajarannya bahwa KEIND sebagai sebuah organisasi Profesi bersedia untuk bekerjasama dalam hal mengatur dan menfasilitasi pihak tenaga kerja dengan pihak perusahaan industri termasuk ikut membahas industri besar yang berada di Sulawesi Tengah yaitu PT GNI yang akhir-akhir ini ramai di dibicarakan akibat adanya gesekan antar tenaga kerja.
“Pemerintah dan pengusaha butuh investasi seperti PT. GNI dan yang lainnya tetapi juga harus memberikan perlakuan yang layak bagi karyawan lokal dan memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung bagi pemerintah dan masyarakat di daerah sekitarnya, karena dengan begitu perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik sesuai harapannya,” ucap HM Tabri di Gedung Kemenaker RI Jakarta Kamis(2/1/2023).
Lanjut HM Tabri menyampaikan bahwa organisasi KEIND memiliki pengalaman dalam mengelola dan menyediakan tenaga kerja yang memiliki skill.
“Bahwa KEIND secara profesional bersedia menjadi mitra/partner kemenaker dalam hal pelatihan/diklat dalam hal penyediaan tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri,” ujar HM Tabri.
Di pertemuan yang sama, Ketua Umum KEIND Afda Rizal Armashita memaparkan tentang organisasi KEIND yang sudah ada di 30 provinsi di seluruh Indonesia dan siap menjadi mitra pemerintah segala sektor termasuk ketenaga kerjaan.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Menteri yang bersedia meluangkan waktu berdiskusi dengan KEIND untuk membahas program ketenagakerjaan sebagai upaya membangun iklim tenaga kerja yang positif dengan pengusaha sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga dalam trend yang meningkat” ujar Ketua Umum KEIND Afda Rizal Armashita.
Paparan Tabri dan Afda mendapat baik oleh Menteri Tenaga Kerja yang menurutnya persolan ketenagakerjaan memang tidak bisa dikelola sendiri oleh kemenaker tetapi butuh dukungan berbagai pihak termasuk KEIND dan dalam waktu dekat KEIND akan melakukan berapa MoU dengan Kemenaker.
Menteri Tenaga Kerja bersama seluruh jajarannya membuka pintu yang lebar untuk KEIND dalam menyukseskan program pemerintah, mengurangi pengangguran dan bersama-sama memperjuangkan agar para tenaga kerja mendapatkan upah/gaji yang layak dengan tetap mensupport perusahaan agar bisa berjalan dengan baik agar tidak terjadi PHK atau penutupan perusahaan karena perusahaan dan tenaga kerja adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia usaha.
“Kementerian Ketenagakerjaan RI mendukung upaya untuk memperkuat jalinan kerjasama dan komunikasi yang baik antara pengusaha dan tenaga kerja agar iklim ketenagakerjaan nasional dapat terjaga dengan baik” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.
Pertemuan Kamar Entrepreneur Indonesia dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia diharapkan menjadi semangat awal tahun 2023, terhadap seluruh pengurus dan anggota KEIND di seluruh Indonesia dalam mengambil peran dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan entrepreneur – entrepreneur muda serta membantu dan memfasilitasi pengembangan UMKM.
Acara pertemuan ini berlangsung penuh kehangatan dan kemudian ditutup dengan acara ramah tamah.
(Nale)






