Kepala Pasar dan Camat Pasrah Menangani Sampah Pasar Ciluar

79

Sampah di depan pintu masuk Pasar Ciluar telah di komentari masyarakat sekitar

Bogor – suaraaksirakyat.com

Bermasalahnya sampah di depan pintu masuk Pasar Ciluar telah di komentari masyarakat sekitar. Berbaunya dan tampak jorok tak sedap di pandang mata bagi yang berada di area Pasar tersebut akhirnya di respon oleh Kepala Pasar Ciluar demikian juga Camat Sukaraja di mana wilayah pasar itu berada. Rabu (8/5/2024).

Keadaan pasar yang seperti demikian membuat kedua belah pihak tersebut kewalahan mengatasinya dan terkesan tak berdaya mencari solusinya. Timbulnya polemik terkait cara menangani dan mengelola sampah di Pasar Ciluar yang berdiri di lokasi Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, hingga kini menjadi PR yang belum tertangani.

Bau yang menyengat dan serangga yang hinggap menganggu kenyamanan para pengguna jalan, demikian pun pedagang di lokasi tersebut serta pengunjung yang berbelanja di sana. Akhirnya karena respon yang kurang dari pihak terkait, aktivis lingkungan hidup Bogor Raya pun angkat bicara mengenai adanya keluhan tersebut.

Aktivis Pemantau Kinerja Aparatur Negara Bogor Raya, yang memberikan kritik kepada seorang pejabat wilayah yang terkesan cuek dan enggan turun tangan, justeru yang seharusnya pejabat tersebut dapat memberikan respon se segera mungkin dalam menampung masukan mengenai penanganan masalah sampah tersebut, namun justeru kenyataannya terkesan mengabaikannya begitu saja.

“Seorang Camat yang seharusnya memberikan respon adanya persoalan apa pun di wilayahnya, tetapi kenapa justeru tak tampak adanya respon perihal laporan terkait mengenai ketidaknyamanan masyarakan akan masalah sampah tersebut. Sedangkan Wartawan itu tugasnya menyampaikan aspirasi persoalan di lapangan untuk dikonfirmasikan kepada pejabat yang berwenang, namun ini kenapa tak merespon dan ada apa? ,” ujar Romi, Selasa (7/5/2024).

Kepala Pasar Ciluar Erik yang dikonfirmasi mengenai hal ini melalui sambungan selularnya pada saat itu pun juga seolah terkesan tak memberikan respon.

Humas LSM Matahari Jefri, sebelumnya juga turut prihatin dan menyesalkan penanganan dan pengelolaan sampah di Pasar Ciluar dinilai tampak amburadul itu.

“Pasar itu sebagai pusat bergeraknya roda perekonomian masyarakat yang seharusnya memberikan rasa nyaman dalam segala aspek, baik kebersihan lingkungan pasar, kenyamanan, keamanan,” ucap Jefri.

“Persoalan ini menjadi tanggung jawab bagi para pihak pengelola pasar untuk mewujudkan hal itu.” Tegas Jefry

Jefry pun menambahkan, “Miris banget. Kondisi pasar dengan adanya tumpukan sampah yang jelas tak sedap dipandang, dan tercium bau menyengat sangat menganggu sekali”

Terlepas dari adanya pihak swasta yang mengelola, sudah seharusnya berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup yang mewakili pemerintah kabupaten dalam hal pengelolaan kebersihan.

Lagi Jefry pun menyampaikan, “Ini diduga oknum pengelola pasar mengabaikan persoalan sampah yang seharusnya mencari solusi, bukan terkesan lepas tanggung jawab dan hanya meraup keuntungan dari bisnis pengelolaan sampah. Bahkan terkesan mengabaikan tindakan atas persoalan itu.”

Sementara itu, Sekdes Desa Cijujung, Timan, mengatakan bahwa persoalan sampah itu merupakan resiko dari pihak managemen pasar. Pihaknya meminta tidak selalu menyalahkan terhadap warga sekitar.

“Itu sudah resiko pihak Pasar, bagaimana mereka bisa mengelola dan menanganinya. Jadi jangan menyalahkan warga seolah-olah itu sampah warga, saya tanya itu warga yang mana,” jelas Timan.

Timan menjelaskan, bahwa pihak desa sejauh ini belum menerima aduan dari pihak Pasar. Namun pihaknya menyarankan agar pihak Pasar dapat segera menyelesaikan persoalan sampah tersebut agar tidak berlarut-larut.

“Pihak Pasar tak pernah ada koordinasi ke kita. Kalau hanya menyalahkan warga, nanti yang ada jadi masalah baru,” ujarnya.

Pewarta : DGrace/KJ