Lagu Batak Sai anju ma au
Yang artinya Beritahu aku dengan mesra yang dibawakan rekan media SARnews Achi dan Dili
Tanjung kait Tangerang – suaraaksirakyat.com
Siapa sangka alunan suara yang merdu dan nada yang indah, enak didengar oleh siapapun penyuka seni musik. Walau bahasa kurang begitu difahami tapi senandung indahnya bisa mempersatukan sebuah perbedaan.
Lagu Batak Sai anju ma au. Yang artinya Beritahu aku dengan mesra yang dibawakan rekan media SARnews Achi dan Dili yang notabene seorang muslim.
Mampu menghipnotis jemaat GBI Gereja Bethel Gebaut Ciledug. Alunan senandung indah mampu menciptakan keharmonisan antar umat beragama. Bersama- sama menyanyikan lagu tsb dengan bahagia, merinding bagi insan yang mendengarkan.
Sebuah lagu begitu dahsyatnya ketika dihayati dan dinyanyikan dengan suara yang merdu mempersatukan antar suku, ras dan agama.
Begitupun sebaliknya orang Batak tidak segan- segan menyanyikan lagu Sunda atau Jawa dsb .
Ketika mereka para penggemar seni budaya menyanyikan lagu daerah yang berasal dari suku- suku di Nusantara yang terikat oleh bhineka tunggal Ika, saling menghormati dan merasa memiliki.
Tidak merasa canggung ataupun rendah diri.
Malah budaya lokal supaya lebih dikenal oleh seluruh warga di Nusantara dan akan lebih baik hingga mancanegara.

Menurut Rosalia Tampubolon, jemaat GBI Gereja Bethel Gebaut Ciledug mengungkapkan “Hari ini kami bahagia setelah beribadah kami bisa merasakan hal yang sangat indah nyaman, rukun antar suku dan agama di bumi Nusantara ini. Ditempat wisata tanjung kait selain pelayanan ramah tamah, pengunjung lainnya sangat bersahabat,” Ungkapnya.
“Kami merasakan kerukunan antar umat beragama. Kita dipersatukan lewat lagu yang dinyanyikan kawan muslim. Kami bangga dan merasa terharu. Ibadah kali ini membawa berkah kami semua sangat gembira dan bahagia” pungkasnya.







