Bogor, suaraaksirakyat.com
Bogor memilki lebih dari 10 gedung museum baik di kabupaten atau kota. Namun hingga saat ini, belum ada data pasti yang dirilis pemerintah perihal jumlah museum yang ada di bogor.
Di Bogor sendiri, meseum sudah seperti kehilangan pesonanya. Daya tarik wisatawan maupun warga local seperti memudar, apalagi muda mudi yang sepertinya lebih memilih nongkrong di tempat ngopi daripada berkunjung ke museum. Padahal museum dikategorikan sebagai tempat hang out dan media mengingat sejarah yang penting bagi generasi muda. Apalagi sebagai mahasiswa, museum merupakan sarana yang memberi chemistry berbeda dengan tempat hangout lain. Selain bisa memicu rasa nasionalisme, museum juga merupakan objek yang amat menarik untuk memantik nalar kritis, baik secara yang disuguhkan, koleksi, peristiwa, maupun pengelolaan.
Dari banyaknya museum yang ada di Bogor, ada satu museum menarik yang sampai saat ini masih jarang diketahui bahkan oleh warga bogor sendiri. Museum ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda 22 – 24, Pusat Penelitian Biologi – LIPI, Paledang, Bogor Tengah.
Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) Museum yang pada awalnya bernama Museum Etnobotani Indonesia (MEI). Diresmikan pada 18 Mei 1982 oleh Menristek Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie hingga pada 31 Agustus 2016 lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pembaruan terhadap MEI menjadi MUNASAIN.
Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain).
Sebagai museum nasional, Munasain mengenalkan sejarah alam Indonesia, budaya, dan keanekaragaman hayati yang menjadi identitas bangsa kepada pengunjung khususnya masyarakat Indonesia.
Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain). Museum berbasis sains ini memperkenalkan sejarah alam Indonesia, budaya, dan keanekaragaman hayati yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Di dalam museum ini beberapa koleksi hewan yang di awetkan mulai dari harimau sumatera, penyu, burung dan beruang madu, ada juga tumbuh tumbuhan seperti bunga bangkai, bunga raflesia dan banyak lagi.
Selain adanya pengawetan atas hewan dan juga tumbuhan di lantai dasar museum ini terdapat pemanfaatan dari tumbuh tumbuhan beserta hewan yang di pamerkan dalam tembok yang bisa kita lihat melalui kaca yaitu dengan judul ” tumbuhan bahan sandang”. Di dalamnya berisi beberapa pakaian yang di gunakan orang jaman dulu ketika hidup sampai meninggal dunia mulai dari Rok yang terbuat dari rumput. Buah jali dan kulit pohon yang merupakan pakaian wanita dari suku Arfak sentani Papua, ada Songko yaitu topi sesudah perang tana Toraja Sulawesi Selatan, ada gelang dari batang teratai khas wamena papua, ada serat rotan yang dijadikan bahan pakaian Rangkasbitung. Noken Kecil yang digunakan untuk membawa barang khas ujungpandang Sulawesi Selatan, ada YUP yaitu penutup kepala yang terbuat dari kulit kayu, bulu burung cendrawasih dan kaswari khas Bade merauke, ada Karoro yaitu pembungkus mayat yang terbuat dari serat rotan serta masih banyak lagi yang terdapat dalam 1 tembok tersebut.
Dalam tembok tersebut semuanya memanfaatkan barang yang terbuat dari tumbuhan serta bagian dari hewan, dalam tembok saja kita dapat mengenal sekaligus mengetahui informasi kearifan lokal masyarakat Indonesia dan pengetahun terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati.
Dan pada lantai 2 dari museum ini juga terdapat tempat tempat dimana kita bisa melihat pemanfaatan yang terbuat dari tumbuhan serta hewan mulai dari kerajinan tangan alat musik, tenun, pakaian, alat dapur dari berbagai daerah, jamu, dan lain sebagainya.
Dalam hal ini para pemerhati museum berharap Pemda Jawabarat khususnya Bapak Gubernur Jawabarat Bapak Ridwan Kamil dan Pemda di seluruh Jawabarat agar bisa memasukkan ke ranah pendidikan di tingkat SMP dan SMA sejenisnya agar di masukkan dalam kurikulum pendidikan Nasional untuk ditugaskan kepada semua siswa mendatangi museum dan membuat penelitian sebagai bahan penambahan ilmu pengetahuan atau karya tulis. Serta ada baiknya Dinas Pariwisata Jawabarat agar mempromosikan kepada Touris Manca Negara untuk singgah ke setiap museum yang ada di jawabarat dan bogor. Guna mengenalkan sejarah yang ada di INDONESIA.
Jangan lupakan museum yang ada di Bogor dan Jawabarat karena di sinilah semua ilmu yang bermanfaat pernah ada dalam sejarah berdirinya NKRI
Red






